Monday, February 29, 2016

Lingkungan Bisnis : Peluang Bisnis Pembuatan Game

Nama         :        Yusril Firza Ramadhan
Nim            :        15.11.8883
Kelas         :        S1- Teknik Informatika


STMIK  AMIKOM YOGYAKARTA
 Jalan Ring Road Utara, Condong Catur, Sleman, Yogyakarta
Telp: (0274) 884201 – 207, Fax: (0274)884208, E-Mail Humas: amikom@amikom.ac.id

Abstrak


Bisnis game lokal terus berkembang. Seolah tak mau kalah dari game asing, develepor game lokal terus berinovasi menelurkan karya-karya terbaru mereka. Maklum, permainan jenis ini juga makin banyak peminat. Jadi tak mengherankan bila usaha jasa kreativitas ini makin dilirik. Meski omzetnya tipis, tapi keuntungan bisa maksimal. Semakin banyak pemilik perangkat elektronik (gadget) semacam smartphone dan komputer tablet yang harganya semakin murah ikut mendorong industri pendukungnya. Salah satunya adalah industri pengembang konten permainan, khususnya konten permainan digital (digital games). Jenis game ini lebih banyak dijalankan di pelbagai gadget dengan beberapa sistem operasi berbeda. 

Bahkan, saat ini, game digital sudah merupakan salah satu bagian penting dalam aplikasi sebuah gadget. Lihat saja, salah satu keunggulan yang sering ditawarkan oleh produsen gadget antara lain produknya bisa memutar jenisgame yang membutuhkan kemampuan dan spesifikasi tertentu. Bahkan, sebagian juga menjadikan beberapa game dalam paket penjualan.

Isi


bisnis pembuatan game digital ini makin menarik. Salah satu pengembang game digital sekaligus koordinator Internasional Game Development Association (IGDA) Indonesia, Samuel Henry, mengatakan, prospek bisnis pembuatan game digital sangat menjanjikan. Samuel mencatat, sedikitnya terdapat 60 studio hingga 70 studio pembuatan game yang aktif pada tahun ini. Jumlah ini meningkat hingga 100% jika dibandingkan tahun sebelumnya. Di luar studio skala menengah dan besar, jumlah pengembang game skala kecil bahkan bisa mencapai ratusan.

Pembeli game digital cukup beragam, mulai perorangan, perusahaan telepon seluler seperti Samsung dan Nokia, agensi, hingga operator telekomunikasi penyedia konten game seperti XL dan Telkom. Biasanya pembeli perorangan itu adalah broker dari luar negeri yang menjualnya lagi pada perusahaan penyedia konten game di negaranya kata Samuel. 

Nilai penjualan sebuah konten game juga cukup tinggi. Rata-rata, game jenis ini dihargai US$ 2.000 hingga US$ 5.000 per game. Lantaran jenis game digital beragam, harganya juga bervariasi, tergantung tingkat kerumitan pembuatannya. Game dengan aplikasi flash yang biasa dimainkan di media sosial, misalnya, dihargai sekitar US$ 500 - US$ 1.500. Adapun game untukpersonal computer (PC) bisa dibanderol seharga US$ 7.000. Bahkan, harga gameberbasis sistem operasi IOS tertentu yang proses pembuatannya bisa mencapai 12 bulan bisa dipatok lebih dari US$ 10.000. Margin keuntungan pengembang konten game digital sekitar 30% hingga 50%. 

No comments:

Post a Comment